Pages

PTC

clix2idr
Tampilkan postingan dengan label Religy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religy. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Februari 2011

25 Nama Nabi yang Wajib Kita Ketahui

  
Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia pilihan yang bertugas memberi petunjuk kepada manusia tentang keesaan Allah SWT dan membina mereka agar melaksanakan ajaran-Nya. Ciri-ciri mereka dikemukakan dalam Al-Qur'an,  

"... ialah orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah. Mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan."  (Q.S. Al Ahzab : 39). 

Perbedaan antara Nabi dan Rasul adalah : seorang Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah SWT guna disampaikan kepada segenap umatnya. Para Nabi dan Rasul mempunyai 4 sifat wajib dan 4 sifat mustahil, serta satu sifat jaiz, yaitu :
 
1.Shiddiq (benar), Mustahil ia Kizib (dusta).
2.Amanah (dapat dipercaya), mustahil Khianat (curang).
3.Tabliqh (Menyampaikan wahyu kepada umatnya), Mustahil Kitman (menyembunyikan Wahyu).
4.Fathonah (Pandai/cerdas), Mustahil Jahlun (Bodoh).
5.Bersifat jaiz yaitu Aradhul Basyariyah (sifat-sifat sebagaimana manusia).

Kita sebagai umat agama islam mengetahui bahwa salah satu rukun iman adalah iman kepada nabi-nabi utusan Allah SWT. Dalam agama islam terdapat 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui dengan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang terakhir untuk seluruh umat sepanjang masa, yaitu :
1. Adam AS.
2. Idris AS.
3. Nuh AS.
4. Hud AS.
5. Soleh AS.
6. Ibrahim AS.
7. Luth AS.
8. Ismail AS.
9. Ishak AS.
10. Yakub AS.
11. Yusuf AS.
12. Ayub AS.
13. Sueb AS.
14. Musa AS.
15. Harun AS.
16. Zulkifli AS.
17. Daud AS.
18. Sulaiman AS.
19. Ilyas AS.
20. Ilyasa AS.
21. Yunus AS.
22. Zakaria AS.
23. Yahya AS.
24. Isa AS.
25. Muhammad SAW.
 

Sedangkan nabi yang mendapat julukan Ulul Azmi atau nabi/rasul yang memiliki ketabahan yang luar biasa dalam menjalankan kenabiannya :
1. Nuh AS.
2. Ibrahim AS.
3. Musa AS.
4. Isa AS.
5. Muhammad SAW.

Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak beriman kepada nabi-nabi tersebut, terutama Nabi Muhammad SAW yang telah mengangkat kita dari jaman kebodohan (jahiliyah) ke jaman yang terang benderangpenuh dengan ilmu pengetahuan.

Senin, 24 Januari 2011

Sifat Manusia Menurut Al-Qur'an


1. Bodoh, tidak mengetahui, aniaya (14:34/33:72)
"Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya.Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)". (QS. 14:34)

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh"
(QS. 33:72)
2. Lemah (4:28)
"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah". (QS. 4:28)
3. Keluh kesah (70:19)
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir". (QS. 70:19)
4. Kikir (70:19/17:100)
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir". (QS. 70:19)
Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Rabbku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya." Dan adalah manusia itu sangat kikir. (QS. 17:100)
6. Melampaui batas (96:6)
Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, (QS. 96:6)
7. Tergesa-gesa (17:11/21:37)
.... Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (QS. 17:11)
Manusia telah dijadikan (bertabiat)tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda(azab)-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera. (QS. 21:37)
9. Putus asa (17:83)
Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. (QS. 17:83)
10. Banyak menentang (18:54)
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam al-Qur'an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. (QS. 18:54)
11. Enggan bersyukur (41:51/42:48/100:6-7)
Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdo'a. (QS. 41:51)
....Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu.Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat). (QS. 42:48)
12. Merasa cukup (96:6-7)
Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. (QS. 96:6-7)
13. Sombong (17:83)
Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. (QS. 17:83)
14. Hanif (30:30)
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (QS. 30:30)
15. Mengabdi (2:165/51:56)
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada Hari Kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal). (QS. 2:165)
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51:56)
16. Memilih (2:256/10:99)
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Taghut dan beriman kepada Allah, maka sesunguhnya ia tela berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:256)
Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya (QS. 10:99)
17. Cinta (2:165/3:14)
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada Hari Kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal). (QS. 2:165)
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. 3:14)
18. Berjamah (49:13)
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. 49:13)



Minggu, 23 Januari 2011

Kloning Menurut Pandangan Islam


 

Sebenarnya peristiwa klon ini mirip dengan stek pada tanaman. Hanya saja, pada hewan --dan kemungkinan juga manusia-- yang digandakan hanyalah satu selnya yang lengkap (beserta DNA). Perbedaan dengan kelahiran biasa, pada kloning tidak ada proses pembuahan. Jadi tidak ada 'andil' dari pihak kedua, sekalipun pihak kedua itu menentukan bisa tidaknya sel donor berkembang. Sebab untuk bisa tumbuh, sel donor --sebelumnya dilemahkan dulu agar tidak membelah diri-- itu harus disatukan dengan sel telur pihak kedua. Tetapi untuk bisa bersatu, maka unsur gen sel telur itu dihilangkan dulu. Penyatuan sel donor dengan sel telur itu ternyata merangsang pertumbuhan. Ibarat kena strum, sel donor tiba-tiba aktif dan bersama sel telur tempatnya bersarang kemudian berproses melalui tahap-tahap seperti embrio biasa. Seminggu kemudian, pasangan itu dimasukkan ke rahim induk lain. Secara otomatis induk ketiga ini akan bunting, dan sebagaimana biasa, melahirkan bayi pada waktunya. Bayi itu kemudian berkembang hingga dewasa dengan sifat (fisik dan genetik) persis induk pertamanya.

Pada kasus kambing Dolly, salah satu hal yang masih meragukan adalah tentang kesehatan dan umurnya. Misalnya apakah umurnya akan panjang, mengingat sel donor diambil dari kambing berusia 6 tahun? Memang hingga 7 bulan Dolly sehat-sehat saja, tetapi mungkin ia akan menemui problem jenis penyakit baru yang membuatnya cepat mati. Hal ini masih menunggu penelitian lanjutan. Apalagi Dolly tersaring dari 227 kali percobaan yang menghasilkan 29 embrio berumur lebih dari 6 hari, dan ia satu-satunya yang bisa lahir hidup.

Secara teknis, mengklon hewan dan manusia sama saja. Karenanya begitu klon hewan berhasil, langsung datang tanggapan tentang kloning manusia. Persoalannya, apakah hal ini bisa sejalan dengan keyakinan manusia tentang penciptaan manusia sebagaimana disebutkan al-Qur'an?

Hal pokok yang disampaikan al-Qur'an mengenai penciptaan manusia --bisa lihat: Bibel, Qur'an, dan Sains Modern oleh Maurice Bucaille terbitan Bulan Bintang-- bahwa manusia diciptakan dari turaab (debu, tanah) kemudian dari nuthfah (mani, cairan yang mengalir), lalu 'alaqah (sesuatu yang melekat, gumpalan darah), kemudian dari mudhghah (segumpal daging) yang sempurna ataupun tidak sempurna keadaannya (QS al-Hajj: 5). Dalam urut-urutan proses embrio, pernyataan al- Qur'an itu tidak bisa dibantah. Tetapi mungkinkah kata 'tsumma min' (kemudian dari) pada ayat itu tidak menunjukkan proses melainkan merujuk pada alternatif? Bila mungkin, maka manusia bisa dicipta (langsung) dari mudhghah yakni daging yang secara genetik sudah lengkap, karena tafsiran ayat itu menyebutkan, manusia bisa dicipta dari tanah, dari mani, dari 'alaqah, maupun dari mudhghah. Dan bila demikian maka kloning mendapatkan jalan kesesuaian dengan al-Qur'an.

Pada surah al-Mukminuun: 14 dijelaskan, "Kemudian Kami jadikan nuthfah itu 'alaqah, lalu 'alaqah itu Kami jadikan mudhghah, lalu mudhghah itu Kami jadikan 'idhaamah (tulang- belulang), lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging, lalu Kami jadikan ia makhluk yang lain." Ayat ini memperjelas urutan di atas sebagai proses, tetapi mengikutinya dengan keterangan bahwa setelah proses itu selesai barulah Dia (Allah) menjadikannya makhluk yang lain. Keterangan ini juga membuka peluang bisa berlangsungnya proses kloning, karena toh untuk menjadikannya makhluk atau bukan, tergantung Allah nanti setelah janin itu berupa daging bertulang.

Lalu pengertian nuthfah sendiri menurut Maurice, sebenarnya bisa bukan hanya 'mani', karena akar katanya menunjukkan arti 'mengalir', dan 'setetes kecil'. Pengertian 'mani' itu diambil karena ada ayat lain yang menyebutkan, "Bukankah dahulu ia berupa nuthfah, dari mani yang ditumpahkan?" (Al- Qiyamah: 37). Ada tersirat di sini, bahwa nuthfah itu merupakan 'bagian' atau saripati dari mani, yang pada ayat lain disebut dengan 'air yang hina'. Bila arti 'setetes cairan' yang diambil dalam konteks ini, maka cara kloningpun melewati fase 'setetes cairan.'

Tanpa bermaksud meligitimasi, pembahasan dengan cara ini perlu dikemukakan untuk memberikan peluang pembahasan dan penelitian lebih lanjut tentang teknologi kloning. Bagaimanapun teknologi itu telah dimulai, dan hampir mustahil untuk distop. Sementara tidak satu perkembanganpun di alam raya ini yang tidak mengikuti aturan Allah (sunnatullah). Jadi pasti, Allah telah menyediakan medianya, beserta keterangan-keterangan yang diperlukan untuknya. Menganggap cara itu sebagai bertentangan begitu saja dengan 'agama' (dalam arti umum) tentunya tidak bijaksana. Sebab hal ini menyangkut hidup mati makhluk, yang merupakan sesuatu sangat prinsip. Soal boleh tidaknya digunakan nantinya, itu urusan belakangan. Tetapi tentang bisa dilakukan atau tidak, tak perlulah dicegah eksperimennya. Ummat Islam tidak perlu khawatir bahwa teknologi kloning terhadap manusia akan memasuki 'wilayah' kekuasan Allah, karena sungguh tidak mungkin Allah akan tersaingi.

Persoalan lain yang mengganjal dalam kasus kloning manusia adalah faktor ruh, yang menurut al-Qur'an ditiupkan ke dalam janin pada saat berumur 120 hari. Apakah ruh yang dimiliki manusia hasil kloning sama dengan milik induknya? Tentang ruh memang manusia tidak diberi wewenang untuk membicarakan lebih lanjut. Tetapi menilik pada 'peniupan'-nya yang dilakukan tidak pada ketika terjadi pembuahan, maka kasus kloning masih bisa diterima. Bila Allah memang menghendaki, maka Dia --sesuai dengan yang telah difirmankan-Nya-- bisa meniupkan pada manusia kloning, ruh yang baru. Inilah yang tidak terjadi pada binatang, yang memang tidak dimintai pertanggungjawaban tentang hati nurani.

Bila demikian maka tidak ada jaminan bahwa manusia kloning akan menjadi manusia persis orang tuanya. Secara fisik dan genetik mungkin --termasuk soal bakat dan sifat dasar-- tetapi perilaku dan sifat-sifat lainnya tidak. Toh orang boleh saling mirip, namun tidak mungkin tabiatnya sama. Tetap ada peran nurani (ruh), dan ada pengaruh pendidikan serta lingkungan.

Manusia bukanlah hewan, yang ukurannya hanya fisik. Manusia memerlukan begitu banyak input untuk menjadi dewasa. Bila inputnya berbeda maka hasilnya juga akan berbeda. Sementara input itu sendiri terus berdatangan sepanjang ia hidup. Menilik pada kenyataan ini, pada hakikatnya, manusia kloning ataupun bukan tetap sama-sama memiliki kemungkinan berhasil atau gagal dibentuk hingga dewasa, sebagaimana manusia yang lain. Bila klon diartikan harus persis segala-galanya, maka bisa dikatakan, teknologi itu tidak akan berhasil diterapkan pada manusia.

Kamis, 20 Januari 2011

TERSELAMATKAN OLEH SELEMBAR BULU MATA

 
   Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang di adili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat.
   Tetapi ia berkeras membantah. "Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu."
   "Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat.
   Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian.
   Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yg kau maksudkan? Di sini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu."
"Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat.
Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yg memandangi."
Disusul oleh telinga, "Saya yg mendengarkan."
Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium."
Bibir mengaku, "Saya yang merayu."
Lidah menambah, "Saya yang mengisap."
Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meramas."
Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika ketahuan."
   "Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat.
   Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dimasukkan ke dalam jahanam. Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya: "Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi."
   "Silakan", kata malaikat. "Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengh malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat, walaupun selembar bulu matanya saja yg terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan."
   Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni surga:
"Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu mata."

oleh: hamba Allah

Rabu, 19 Januari 2011

TANDA-TANDA SEBELUM KITA MENINGGAL

 

Nah loh,,, emangnya bisa tau tanda-tanda kita bakalan mati?? kalo anda-andi semua penasaran ama jawabannya, lebih baik baca aja dulu niyh yang di bawah ini, kalo ada beberapa tanda yang pernah dialamin, nggak ada salahnya kan siap-siap buat kedepannya misal kain kafan, gali kuburan, dll. Haduh,, semoga jangan dech, naudzubillahimindalik deh!!

"Tanda-tanda 100 hari sebelum kematian"
Ini adalah tanda pertama dari ALLAH SWT kepada hambanya dan hanya akan di sadari oleh mereka yang dikehendakinya......Walau bagaimanapun semua orang islam akan mendapat tanda ini hanya saja mereka menyadari atau tidak.....Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan -akan bergetar...... Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik dihati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat... Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

" Tanda 40 hari sebelum kematian"
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar, bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya diatas arash ALLAH SWT, maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang masa ... Akan terjadi malaikat maut ini memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika... Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya......... 

" Tanda 7 hari "
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesaktian dimana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan...

" Tanda 3 hari "
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri, jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.... Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi...Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam...Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakan... 

" Tanda 1 hari "
Akan berlaku sesudah ashar dimana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun dimana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu ahsar keesokan harinya.... 

" Tanda akhir "
Akan terjadi keadaan dimana kita akan merasakan sejuk dibahagian pusat dan rasa itu akan turun kepinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian Halkum...Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat SYAHADAT dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada ALLAH SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula... 

SESUNGGUHNYA MENGINGAT MATI ITU ADALAH BIJAK